GAMBARAN KOINFEKSI SIFILIS PADA PASIEN HIV/AIDS DI KLINIK MELATIRSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK
Abstract
Latar belakang: Sifilis dapat meningkatkan jumlah virus HIV di
dalam darah dan menurunkan jumlah CD4 pada pasien koinfeksi. Pasien
positif HIV sering terjadi koinfeksi dengan sifilis karena berbagai rute
transmisi yang sama seperti pemakaian jarum suntik bersamaan dan
hubungan seksual.Tujuan: Untuk mengetahui angka prevalensi koinfeksi
Sifilis pada pasien HIV/AIDS dan karakteristik pasien koinfeksi HIV-Sifilis
di Klinik Melati RSUD Dr. Soedarso Pontianak. Metode: Penelitian ini
merupakan penelitian analitik observasional menggunakan desain cross
sectional. Penelitian dilaksanakan di klinik Melati RSUD Dr. Soedarso
Pontianak dan Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas
Tanjungpura Pontianak. Penilaian koinfeksi HIV-Sifilis berdasarkan hasil
uji pemeriksaan immunokromatografi antiSifilis dan penilaian karakteristik
berdasarkan rekam medis pasien. Data disajikan dalam bentuk tabel dan
narasi Hasil: Dari 98 pasien HIV/AIDS, terdapat 5 pasien (5,1%) koinfeksi
HIV-Sifilis. Semua berjenis kelamin laki-laki (100%) dan sebagian besar
berada pada rentang umur 23-29 tahun (60%). Jenis pekerjaan terbanyak
adalah swasta (80%). Jalur transmisi melalui heteroseksual mendominasi
(60%) dan jumlah CD4+≥100 sel/ul adalah yang terbanyak (60%).
Kesimpulan: Angka prevalensi koinfeksi HIV-Sifilis pada pasien HIV/AIDS
di klinik Melati RSUD dr. Soedarso Pontianak adalah 5 dari 98 pasien
HIV/AIDS. Pasien koinfeksi HIV-Sifilis semua berjenis kelamin laki-laki dan
berada pada rentang umur 23-29 tahun, jenis pekerjaan terbanyak adalah
swasta, jalur transmisi terbanyak adalah heteroseksual dan sebagian
besar memiliki jumlah CD4+ diatas 100 sel/ul.
Kata kunci: Koinfeksi, HIV/AIDS, sifilis