GAMBARAN FUNGSI KOGNITIF PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS PURNAMA KOTA PONTIANAK PERIODE MARET "“ JUNI 2016
Abstract
Latar Belakang. Diabetes melitus merupakan kelompok penyakit metabolik
kronik yang ditandai dengan hiperglikemia sebagai akibat kerusakan /
gangguan dari sekresi insulin, aktivitas insulin, atau karena keduanya.
Hiperglikemia yang terjadi pada pasien dengan diabetes melitus dapat
menyebabkan komplikasi berupa penyakit serebrovaskuler, salah satunya
adalah gangguan kognitif. Gangguan kognitif menurunkan kualitas hidup dan
menyebabkan maladapsi sosial pasien. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran fungsi kognitif pada pasien diabetes melitus tipe 2 di
Puskesmas Purnama Kota Pontianak. Metodologi. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif kategorik dengan metode potong lintang. Penelitian
dilakukan di Puskesmas Purnama Kota Pontianak selama bulan Maret "“ Juni
2016. Data diperoleh dari wawancara menggunakan kuesioner MoCA-Ina
untuk pengukuran fungsi kognitif serta rekam medis pasien diabetes melitus
tipe 2. Sampel pada penelitian ini sebanyak 96 orang dengan variabel yang
diamati adalah pasien diabetes melitus tipe 2 yang menjalani rawat jalan dan
fungsi kognitif. Hasil. Pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki proporsi
terbesar fungsi kognitif adalah pada fungsi kognitif terganggu sebanyak
64,6% (62 orang), dan proporsi terkecil adalah pada fungsi kognitif normal
yaitu sebanyak 35,4% (34 orang). Kesimpulan. Fungsi Kognitif pasien DM
Tipe 2 Rawat Jalan di Puskesmas Purnama Kota Pontianak sebagian besar
masuk dalam kategori Fungsi Kognitif Terganggu yaitu sebanyak 62 orang
yang banyak terjadi pada jenis kelamin perempuan, pada kelompok usia 50 "“
59 tahun dengan kelompok pendidikan terakhir perguruan tinggi, dengan
kadar gula darah tidak terkontol, pada IMT normal, lama menderita selama 5
"“ 10 tahun, dan pada kelompok non hipertensi serta status bukan perokok.
Kata kunci: diabetes melitus, fungsi kognitif, MoCA-Ina