UJI AKTIVITAS EKSTRAK METANOL DAUN SUKUN (Artocarpus altilis F.) SEBAGAI LARVASIDA Aedes aegypti
Abstract
Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit
infeksi yang disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk betina
Aedes aegypti. Penggunaan larvasida sintetik jangka panjang telah
banyak menimbulkan resistensi. Daun sukun (Artocarpus altilis F.)
memiliki kandungan metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, tanin
dan saponin yang berpotensi sebagai biolarvasida. Tujuan: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak metanol daun sukun
(Artocarpus altilis F.) sebagai larvasida Aedes aegypti. Metodologi:
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan post test only
control group design. Digunakan 725 ekor larva Aedes aegypti instar III/IV,
yang terdiri dari 125 ekor uji pendahuluan dan 600 ekor uji aktivitas
larvasida. Uji aktivitas larvasida dibagi dalam 6 kelompok yang terdiri dari
kelompok kontrol positif (temefos), kontrol negatif (akuades), serta 4
kelompok perlakuan dengan konsentrasi ekstrak metanol daun sukun
1,5%, 2,5%, 5%, dan 7,5%. Dilakukan 4 kali replikasi. Pengamatan
dilakukan setelah 24 jam pasca perlakuan. Hasil: Persentase kematian
larva yang dihasilkan oleh ekstrak metanol daun sukun konsentrasi 1,5%,
2,5%, 5% dan 7,5% secara berturut-turut adalah 50%, 52%, 65% dan
69%. Persentase kematian larva pada kontrol negatif sebesar 0%,
sedangkan pada kontrol positif sebesar 100%. Terdapat perbedaan
bermakna antara kematian larva yang ditimbulkan oleh berbagai kelompok
konsentrasi ekstrak metanol daun sukun dengan kontrol positif.
Kesimpulan: Ekstrak metanol daun sukun pada konsentrasi 1,5% hingga
7,5% memiliki aktivitas sebagai larvasida Aedes aegypti, namun lebih
lemah jika dibandingkan dengan temefos.
Kata kunci: larvasida, daun sukun, Aedes aegypti