HUBUNGAN HASIL PEMERIKSAAN SPUTUM BASIL TAHAN ASAM (BTA) DENGAN GAMBARAN LUAS LESI RADIOLOGI PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI UP4 PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERIODE 2011- 2012

Authors

  • Laurensius Ivan Pantekosta .

Abstract

Latar Belakang: Pada tahun 2011 WHO memperkirakan insidensi kasus Tuberkulosis di dunia sebesar 8,7 juta kasus atau 125 kasus per100.000 penduduk. Indonesia berada di urutan ke-4 negara denganpenderita TB paru terbanyak di dunia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antarahasil pemeriksaan sputum Basil Tahan Asam (BTA) dengan gambaranluas lesi radiologi pada pasien tuberkulosis paru di UP4 ProvinsiKalimantan Barat. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelatifdengan pegambilan data secara cross-sectional. Data diambil dari 34pasien yang didiagnosis TB paru kasus baru.  Data dianalisis denganuji Gamma dan somers’d. Hasil: Pasien TB paru paling banyak ditemukan pada usia produktif(19-40 tahun). Sebanyak 56% pasien TB paru adalah laki-laki. Hasilpemeriksaan sputum BTA sebesar 41,2% adalah negatif. Luas lesiradiologi terbanyak adalah far advanced lesion. Hasil pemeriksaansputum BTA dengan gambaran luas lesi radiologi didapatkan nilair=0,159 dan nilai p=0,365. Kesimpulan: Korelasi antara hasil pemeriksaan sputum BTA dengangambaran luas lesi radiologi sangat lemah. Kata kunci: Tuberkulosis Paru, Basil Tahan Asam (BTA), LesiRadiologi.

Downloads

Published

2013-12-31