EFEKTIVITAS DOSIS HEMODIALISIS PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK DI RSU DOKTER SOEDARSO PONTIANAK PERIODE AGUSTUS 2013 "“ OKTOBER 2013
Abstract
Latar Belakang: Kidney Disease Outcomes Quality Initiative (KDOQI)pada tahun 2006 menetapkan nilai dosis minimum hemodialisis (spKt/V)
adalah >1,2. Nilai spKt/V yang tidak tercapai merupakan
penyebab utama
tingginya risiko mortalitas. Tujuan: Mengetahui pencapaian nilai spKt/V
tiap bulan di Rumah Sakit Umum (RSU) Dokter Soedarso Pontianak.
Metode: Penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Sampel
diambil dari ruang hemodialisa RSU Dokter Soedarso Pontianak dengan
jumlah sebanyak 30 orang, Instrumen yang digunakan adalah data rekam
medis. Data dianalisis dengan uji repeated ANOVA. Hasil: Usia pasien
terbanyak 40-44 (23,3%). Distribusi konsentrasi urea darah pra dan pasca
hemodialisis terbanyak >110-190mg/dL (63,3%; 60%; 50%) dan >2559mg/dL
(46,7%; 50%; 66,7%). Distribusi selisih berat badan terbanyak
<1-2kg (63,3%; 46,7%; 90%). Distribusi tekanan darah pra dan pasca
hemodialisis terbanyak untuk non-diabetes >140/90mmHg (63,3%; 70%;
73,3,%) dan >140/90mmHg (63,3%; 60%; 56,6,%), untuk diabetes
>130/80mmHg (16,7%; 16,7%; 16,7%) dan >130/80mmHg (16,7%;
16,7%; dan 16,7%). Nilai rata-rata spKt/V 1,40+0,46; 1,46+0,51; dan
1,56+0,57 (66,7%; 63,3%; 70%), efektivitas kenaikan nilai spKt/V dengan
lama pemberian terapi selama tiga bulan dengan uji repeated ANOVA
didapatkan nilai p=0,419. Kesimpulan: Pemberian terapi hemodialisis
pada bulan Agustus"“Oktober 2013 telah efektif.
Downloads
Published
2014-07-10
Issue
Section
Articles