ANGKA KONVERSI SPUTUM BASIL TAHAN ASAM PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DENGAN DIABETES MELITUS DI UNIT PENGOBATAN PENYAKIT PARU-PARU PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2009 - 2013

Authors

  • Cornelius Lutiono .

Abstract

Latar belakang: Beberapa studi menyatakan bahwa pasien tuberkulosis
dengan diabetes cenderung mendapatkan hasil negatif dalam terapi,
salah satunya adalah terlambat konversi sputum basil tahan asam.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan angka konversi sputum pada
pasien yang berobat di Unit Pengobatan Penyakit Paru-Paru Provinsi
Kalimantan Barat. Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang.
Data diambil dari rekam medis pasien tuberkulosis dengan diabetes yang
berobat di Unit Pengobatan Penyakit Paru-Paru Provinsi Kalimantan Barat
periode 1 Januari 2009 "“ 31 Desember 2013. Hasil: Sebanyak 9 pasien
(42,86%) yang mengalami konversi pada akhir pengobatan intensif.
Sebagian besar pasien berusia 50-59 tahun (42,86%), berjenis kelamin
laki-laki (80,95%) dan Basil Tahan Asam (BTA) 1+ dan 2+ (42,9%).
Pasien berusia tua, berjenis kelamin laki-laki dan tingkat kepositifan
sputum BTA yang tinggi cenderung mengalami terlambat konversi pada
akhir pengobatan intensif. Sebanyak 13 pasien (61,9%) mengalami
konversi pada akhir pengobatan lanjutan dan dinyatakan sembuh.
Kesimpulan: Hasil yang didapat menunjukkan bahwa angka konversi
pasien tuberkulosis dengan diabetes cenderung terlambat sehingga dapat
meningkatkan risiko penularan tuberkulosis.

Kata kunci: tuberkulosis, diabetes, angka konversi

Downloads

Published

2014-07-10