UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN MANGGA BACANG (Mangifera foetida L.) TERHADAP Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO
Abstract
Latar Belakang: Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang telahbanyak resisten terhadap antibiotik. Peningkatan resistensi bakteri
Staphylococcus aureus terhadap antibiotik memberikan peluang untuk
mendapatkan senyawa antibakteri dari tanaman. Indonesia merupakan
daerah endemik mangga bacang (Mangifera foetida L.) dengan diversitas
cukup tinggi pada Pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Mangifera
foetida L. merupakan satu genus dengan Mangifera indica yang memiliki
kandungan matabolit sekunder hampir sama, sehingga diduga akan
memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kandungan metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri
ekstrak etanol daun Mangifera foetida L. terhadap Staphylococcus aureus
dengan menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). Metodologi:
Skrining fitokimia dilakukan dengan menggunakan uji tabung. Uji aktivitas
antibakteri menggunakan metode difusi termodifikasi yaitu sumuran pada
konsentrasi 250; 125; 62,5; 31,25; 15,63; dan 7,81 mg/mL. Kontrol positif
yang digunakan adalah Siprofloksasin 5 µg/disk sedangkan kontrol negatif
yang digunakan adalah DMSO 10%. Hasil: Kandungan metabolit
sekunder yang terdapat pada ekstrak etanol daun Mangifera foetida L.
yaitu fenol, flavonoid, tanin, saponin, alkaloid dan steroid. Hasil uji
antibakteri adalah 18,27; 17,32; 14,23; 13,42; 11,23; dan 9,47.
Konsentrasi aktif ekstrak etanol daun Mangifera foetida L. pada
konsentrasi 250 mg/mL (p <0,05) dan KHM pada konsentrasi 31,25
mg/mL. Kesimpulan: Ekstrak etanol daun Mangifera foetida L. memiliki
aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
Kata Kunci: Antibakteri, Ekstrak etanol daun Mangifera foetida L.,
Staphylococcus aureus, KHM
Downloads
Published
2014-07-10
Issue
Section
Articles