UJI PENGARUH PEMBERIAN DEKOKTA ANGKAK (BERAS FERMENTASI Monascus purpureus sp) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN TIKUS (Rattus novergicus) JANTAN GALUR WISTAR SETELAH INDUKSI CISPLATIN
Abstract
Latar Belakang: Anemia merupakan masalah medis yang paling seringdijumpai di klinik di seluruh dunia dengan perkiraan penderita lebih dari
30% penduduk dunia menderita anemia dan sebagian besar tinggal di
daerah tropis. Angkak merupakan produk fermentasi kapang Monascus
purpureus yang sering digunakan masyarakat sebagai ramuan penambah
darah secara empiris. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
efek dekokta angkak terhadap kadar hemoglobin tikus jantan galur wistar
yang telah mengalami penurunan kadar hemoglobin setelah induksi
cisplatin. Metodologi: Penyarian angkak dilakukan dengan metode
dekokta yang dilanjutkan dengan skrining fitokimia medote tes tabung.
Sampel dalam penelitian ini adalah 30 ekor tikus jantan galur wistar yang
dibagi kedalam 6 kelompok. Induksi cisplatin dilakukan secara intravena
dengan dosis 7 mg/kg BB. Pemberian angkak dilakukan secara oral
dengan dosis 37,8 mg/kg BB, 56,7 mg/kgBB, 75,6 mg/kg BB dan 151,2
mg/kgBB. Sampel darah diambil dari vena lateral ekor. Analisa data
menggunakan uji T-test berpasangan yang dilanjutkan dengan uji ANOVA
dan uji post-hoc LSD. Hasil: Berdasarkan skrining fitokimia dekokta
angkak mengandung terpenoid, fenol, flavonoid, tanin, dan saponin. Uji Ttest
berpasangan pada kelompok uji menemukan tidak terdapat
perbedaan bermakna antara kadar hemoglobin sebelum dan sesudah
pemberian angkak. Uji ANOVA menemukan perbedaan bermakna antara
kelompok kontrol tanpa perlakuan dengan kelompok kontrol negatif dan
kelompok dosis 151,2 mg/kg BB. Tidak ditemukan perbedaan antara
kelompok kontrol negatif dengan kelompok yang diberikan perlakuan
angkak. Kesimpulan: pemberian dekokta angkak pada dosis 37,8 mg/kg
BB, 56,7 mg/kgBB, 75,6 mg/kg BB dan 151,2 mg/kgBB tidak
memberikan perbedaan kadar hemoglobin yang bermakna dibandingkan
kontrol negatif.
Kata Kunci : Hemoglobin, dekokta angkak, induksi cisplatin, tikus wistar
Keterangan :
1) Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran,
Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat
2) Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas
Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat
3) Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran,
Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat
Downloads
Published
2014-12-08
Issue
Section
Articles