HUBUNGAN ANTARA MEROKOK DAN HIPERTENSI PADA PASIEN PRIA DI INSTALASI RAWAT JALAN KLINIK PENYAKIT DALAM RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK
Abstract
Latar Belakang. Hipertensi dan komplikasinya merupakan penyebabkematian nomor satu secara global. Merokok merupakan salah satu faktor
resiko hipertensi.
Tujuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara
merokok dan hipertensi di RSUD dr. Soedarso Pontianak.
Metode. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan case
control. Cara pengambilan sampel adalah dengan teknik non-probability
sampling (consecutive sampling) dengan jumlah sampel sebanyak 140
subjek. Penelitian yang dilakukan meliputi wawancara terpimpin dan
pengukuran tekanan darah sistolik dan diastolik. Status merokok
ditentukan berdasarkan kriteria dari modified National Survey on Drug Use
and Health (NSDUH). Data dianalisis menggunakan uji chi square dalam
program Statistical Product and Service Solution.
Hasil. Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara merokok
dan kejadian hipertensi (P < 0,05). Resiko relatif (odds ratio [OR] dan
interval kepercayaan 95% [IK]) terjadinya hipertensi pada perokok adalah
(OR 2,7; IK 1,4 "“ 5,5).
Kesimpulan. Kebiasaan merokok meningkatkan resiko terjadinya
hipertensi. Perokok mempunyai resiko mengalami hipertensi 2,7 kali lebih
besar dibandingkan dengan subjek yang tidak mempunyai kebiasaan
merokok.
Kata kunci: hipertensi, merokok, RSUD dr. Soedarso Pontianak
Downloads
Published
2015-01-16
Issue
Section
Articles