HUBUNGAN ANTARA DIABETES MELITUS DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI KECAMATAN PONTIANAK SELATAN
Abstract
Latar Belakang: Hipertensi dan komplikasinya me
rupakan penyebab kematian nomor
satu secara global. Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu faktor resiko hipertensi.
Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji hubungan antara DM dan kejadian
hipertensi di Kecamatan Pontianak Selatan.
Metode : Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross sectional.
Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling dengan jumlah sampel
sebanyak 108 subjek. Pengukuran yang dilakukan meliputi tekanan darah sistolik dan
diastolik serta kadar gula darah sewaktu. Berdasarkan gejala klasik DM dan kadar GDS,
subjek dikelompokkan dalam 2 kategori, yakni non-DM (tidak ada gejala klasik DM dan
atau GDS <200 mg/dl) dan DM (terdapat gejala klasik DM dan GDS ≥200 mg/dl).
Berdasarkan nilai tekanan darah, subjek dikelompokkan dalam 2 kategori, yakni non-
hipertensi (normal dan prahipertensi) dan hipertensi (hipertensi derajat 1 dan 2). Data
dianalisis menggunakan chi-square.
Hasil : Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara DM dan kejadian
hipertensi (P < 0,004). Resiko relatif (rasio prevalens [RP] dan interval kepercayaan 95%
[IK]) terjadinya hipertensi pada penderita DM adalah (RP 1,7; IK 1,15 "“ 2,05).
Kesimpulan : : Terdapat hubungan yang bermakna antara DM dan kejadian hipertensi.
DM merupakan faktor resiko hipertensi. Dalam hal ini, penderita DM mempunyai resiko
mengalami hipertensi 1,7 kali lebih besar dibandingkan dengan subjek yang tidak
menderita DM.
Kata Kunci : Kecamatan Pontianak Selatan, hipertensi, diabetes melitus, prevalensi.
Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura,
Pontianak, Kalimantan Barat, 089694116436.
Bagian Penyakit Dalam RSU St. Antonius, Pontianak, Kalimantan Barat,
085750600888.
Departemen Biokimia, Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran,
Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, 08115712364.