HUBUNGAN ANTARA LAMA DAN SIKAP DUDUK TERHADAP KEJADIAN NYERI PUNGGUNG BAWAH DI POLIKLINIK SARAF RSUD DOKTER SOEDARSO PONTIANAK
Abstract
Latar belakang: Salah satu nyeri yang paling sering terjadi di duniaadalah nyeri punggung bawah (NPB), yang dirasakan di daerah lumbal
atau lumbosakral, dapat berupa nyeri lokal, radikular atau keduanya.
Selama ini duduk telah menjadi topik yang kompleks oleh para peneliti
NPB dan faktor risiko NPB terkait duduk adalah lama duduk dan sikap
duduk. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan
antara lama dan sikap duduk terhadap kejadian NPB di Poliklinik Saraf
RSUD Dokter Soedarso Pontianak. Metode: Penelitian ini menggunakan
metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang
dilakukan pada bulan Mei-Juli 2014 di Poliklinik Saraf RSUD Dokter
Soedarso Pontianak dengan jumlah sampel 100 orang, menggunakan
teknik pengambilan sampel non-probability sampling jenis consecutive.
Diagnosis sampel berdasarkan data rekam medis pasien. Pasien yang
telah didiagnosis kemudian diwawancarai dan diminta mengisi kuisioner
yang telah divalidasi. Hasil dan Kesimpulan: Ditemukan bahwa lama
duduk (p = 0,000) dan sikap duduk (0,014) memiliki hubungan dengan
kejadian NPB, di mana seorang dengan lama duduk lebih dari 4 jam
memiliki risiko 1,661 kali lebih besar mengalami kejadian NPB
dibandingkan dengan lama duduk kurang dari 4 jam, dan seorang dengan
sikap duduk membungkuk memiliki risiko 2,657 kali lebih besar mengalami
kejadian NPB dibandingkan dengan sikap duduk tegak.
Kata kunci: Lama duduk, Sikap duduk, Nyeri punggung bawah
1) Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas
Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.
2) Bagian Saraf RSUD Dokter Soedarso, Pontianak, Kalimantan Barat.
3) Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas
Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.
Downloads
Published
2015-02-05
Issue
Section
Articles