PENGARUH PENAMBAHAN GULA PASIR SUKROSA PADA BUAH AREN (Arenga pinnata) TERHADAP KANDUNGAN GIZI MANISAN KOLANG-KALING
DOI:
https://doi.org/10.26418/jft.v3i2.42701Keywords:
Kolang-kaling, sukrosa, manisan, giziAbstract
Buah Aren (Arenga pinnata) atau biasa disebut sebagai kolang-kaling adalah buah yang berwarna putih pucat, berbentuk lonjong, berlendir, dan berukuran sekitar jempol tangan orang dewasa. Berdasarkan situs eatthismuch, tiap 100 gram kolang-kaling mengandung natrium 24 mg, karbohidrat 26.5 mg, net-carbs 23.6 mg, sukrosa 23.5 mg, serat alami 2.9 mg, berbagai vitamin dan mineral, serta asam lemak dan asam amino esensial yang diperlukan oleh tubuh manusia. Selain kandungan gizinya yang sangat besar, kolang-kaling juga memiliki rasa yang enak dan kenyal jika diolah. Penggunaan kolang-kaling di Indonesia telah dikenal secara luas dan memiliki berbagai macam variasi olahan, salah satunya yang cukup populer adalah manisan kolang-kaling. Untuk membuat manisan kolang-kaling, diperlukan sukrosa yang banyak agar gula dapat meresap sempurna pada setiap biji kolang-kaling. Proses pemanisan buah aren ini tentu mempengaruhi kandungan gizi yang dimiliki oleh buah aren. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk melakukan analisis pengaruh penambahan gula pasir pada buah aren terhadap kandungan gizi manisan kolang-kaling. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif-naratif sedangkan metode pengambilan data yang digunakan adalah metode review berbagai jurnal ilmiah.
References
Anonim. 1991. The Standard Laboratory Manual for Australian Sugar Mills. Volume 2: Analitical methods and Tables. Bereau of Sugar Experiment Stations, Brisbane, Australia.
Anonim. 1995. Standard Industri Indonesia (SNI) Gula Palma 01-3743-1995. Dewan Standarisasi Nasional. Jakarta.
Atjung. 1981. Tanaman yang Menghasilkan Minyak, Tepung dan Gula. Yasaguna. Jakarta.
Low, N.H. 1994. Carbohydrate Analysis. Dalam: Nielsen,
S.S. (Editor). Introduction to the Chemical Analysis of Foods. Jones and Bartlett Publisher.Boston. 137-167.
Mulyana, D. 2007. Pembuatan Gula Aren. Penerbit Bina Sumber Daya MIPA.
Pontoh, J. 2007. Analisa Komponen Kimia dalam Gula dan Nira Aren. Laporan pada Yayasan Masarang. Tomohon.
Cahyadi, R. 2009. Karya Ilmiah Mahasiswa : Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Buah Pare (Momordica Charantia L.) Terhadap Larva Artemioa SalnaLeach Dengan Metode Brine Shrimp Lethalty Test (BST). Semarang : Universitas Diponegoro.
Fachrudin, L. 1998. Membuat Aneka Manisan. Yogyakarta : Kanisius.
Fatah dan Bachtiar. 2003. Membuat Aneka Manisan Buah. Bogor : Argo Media Pusaka.
Fitriani, S. 2008. Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringan Terhadap Beberapa Mutu Manisan Belimbing Wuluh (Averrhoa Blimbi L.) Kering. Sagu Vol. 7 No. 1, Maret 2008. Hal 32.
Hernawati. 2010. Karya Ilmah Mahasswa : Potensi Buah Pare (Momordicha Charantia L.) Sebagai Herbal Antifertilitas. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.
Julianti, E. 2010. Pengaruh Tingkat Kematangan dan Suhu Penympanan Terhadap Mutu Buah Terong Belanda (Cyphomandra Betacea). J.Hort.Indonesia Vol. 2 No. 1, 20 April 2011. Hal 5.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).