PENGARUH KONSENTRASI ABU SEKAM dan LAMA PERENDAMAN TERHADAP PENURUNAN ASAM SIANIDA PADA TEPUNG UMBI GALLI (Lasio spinosa)

Authors

  • Wahyu Wahyu Program Studi Teknologi Pangan, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Jl. Hadari Nawawi, Bansir Darat, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78111
  • Tri Rahayuni Program Studi Teknologi Pangan, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Jl. Hadari Nawawi, Bansir Darat, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78111
  • Sulvi Purwayantie Program Studi Teknologi Pangan, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Jl. Hadari Nawawi, Bansir Darat, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78111

DOI:

https://doi.org/10.26418/jft.v3i2.56630

Keywords:

abu sekam, perendaman, HCN, tepung, galli.

Abstract

Galli (Lasia spinosa) merupakan salah satu rhizoma spesifik Kabupaten Sambas
yang belum pernah dimanfaatkan dan mengandung HCN (asam sianida). Jenis asam
ini adalah zat racun pada tubuh dan pada dosis tertentu dapat mengakibatkan kematian. Menurunkan HCN dapat dilakukan dengan proses perendaman dalam abu sekam padi selama waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi abu sekam dan lama perendaman yang efektif untuk menurunkan kadar sianida pada umbi galli. Rancangan percobaan yang digunakan adalah acak kelompok yang disusun secara faktorial antara konsentrasi abu sekam (10%, 20%, dan 30%) dan lama perendaman (6,12 dan 24 jam). Data dianalisis dengan anova 5%) dan BNJ 5%). Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi konsentrasi abu sekam dan semakin lama perendaman maka semakin rendah kandungan sianida pada galli. Perlakuan terbaik tepung galli didapatkan dari perendaman abu sekam konsentrasi 30% dan lama perendaman 24 jam dengan karakteristik kadar sianida 3,07ppm, air 7,24%, abu 5,49%, lemak 1,16%, protein 7,12% serat kasar 13, 81% dan kadar karbohidrat 81,47%.

References

Alma’arif, A. L., Wijaya, A. dan Murwono, D., 2012. Penghilangan Racun Asam Sianida (HCN) Dalam Umbi Gadung Dengan Menggunakan Bahan Penyerap Abu. Jurnal Teknologi Kimia dan Industri 1(1), 14-20.

De Garmo, E.P., W.G. Sullivan., dan C.R. Candra. 1984. Engineering Economi.7th edition. Mc Millan Publ. Co. New York.

Djafaar, T. P., Rahayu, S., dan Gardjito, M. 2008. Pengaruh Blanching dan Waktu Perendaman dalam Larutan Kapur Terhadap Kandungan Racun Pada Umbi dan Cepiring Gadung. Jurnal Pertanian Tanamn Pangan, 28(3),192-198.

Ilminingtyas, D. W. H. dan Kartikawati, D., 2009. Potensi Buah Mangrove (Avicenia marina) Sebagai Alternatif Sumber Pangan, 1(1), 15-22.

Jayaweera, D.M.A., 1981. Madical Plants (Indigenous and exotic) used in Ceylon, Part I, Colombo, National Science Countil of Sri Langka, 134-135.

Kurniawan, A., Wulandari, S. Y., Supriyantini, E., 2012. Pengaruh Perebusan Dengan Abu Sekam dan Waktu Perendaman Air Terhadap Kadar HCN Pada Buah Mangove (Avicenia marina), Journal of Marine Research, 01(2), 80-87.

Pramitha, A. R., Wulan, S. N., 2017. Detoksifikasi Sianida Umbi Gadung (Dioscoreae hispida Dennest) Dengan Kombinasi Perendaman Dalam Abu Sekam dan Perebusan, Jurnal Pangan dan Agroindustri, 5(2), 58-65.

Permadi, Y. B., Sedjati, S. dan Supriyantini, E., 2012. Pengaruh Konsentrasi Abu Gosok dan Waktu Perendaman Air Terhadap Kandungan Nutrisi Tepung Buah Mangove (Avicenia marina), Journal of Marine Research, 1(1), 39-47.

Poadjiadi, A. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Universitas Indonesia. Jakarta

Sasongko, P., 2009. Detoksifikasi Umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennst) melalui Proses Fermentasi Menggunakan kapang Mucor sp, Jurnal Teknologi Pertanian, 10(02), 205--215.

Supriyati., 1997. Pengujian Makanan Ayam Petelur, Jurnal Ilmu Ternak dan Vateliner, 2(03), 181-183.

Downloads

Published

2020-10-31

Issue

Section

Articles