PROSES BERPIKIR KREATIF MATEMATIK PESERTA DIDIK MENURUT WALLAS DALAM MEMECAHKAN MASALAH OPEN-ENDED DITINJAU DARI SELF-REGULATED LEARNING

Authors

  • Herni Indriastuti SMK Negeri 1 Rajadesa

DOI:

https://doi.org/10.26418/gm.v40i1.48165

Keywords:

berpikir kreatif, open-ended, self-regulated learning, wallas

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan proses berpikir kreatif matematik peserta didik dalam memecahkan masalah open-ended pada materi perbandingan trigonometri.   Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes dan wawancara.   Tes dan wawancara dianalisis untuk mendeskripsikan proses berpikir kreatif peserta didik yang berpandu pada model Wallas yang meliputi tahap persiapan (preparation), inkubasi (incubation), iluminasi (illumination), dan verifikasi (verification).   Semua peserta didik dianggap mampu memecahkan masalah open-ended dengan caranya sendiri dan tidak terpaku pada satu jawaban karena dalam proses penyelesainnya bervariasi melalui berbagai macam alternatif cara. Hasil penelitian menunjukan bahwa S1, S2, S3     memiliki proses berpikir kreatif tinggi karena bisa melewati tahap persiapan, inkubasi, iluminasi dan verifikasi yang baik, walaupun terdapat satu subjek yaitu S2 yang dianggap cukup dalam tahap verifikasi yang berupa proses penyimpulan masalah.   Bahkan ada satu subjek yaitu S4     yang dianggap berkemampuan sedang karena bisa melewati tahap persiapan dan inkubasi dengan baik sedangkan tahap iluminasi dan verifikasi cukup.     Hasil penelitian S5 merupakan peserta didik berkemampuan rendah karena hanya melewati setiap tahap dengan kurang.

References

Levav-Waynberg, A. & R. Leikin. (2009). Multiple Solution for a Problem: a Tool for Evaluationof Mathematical Thinking in Geometry. Proceedings of CERME 6, January 28th-February 1st 2009 (online). (http://ife.enslyon.fr/publications/ editionelectronique/cerme6/ wg5-11-levav-leikin.pdf diakses pada 02-03-2015).

Martin. M.O. 2009. Convergent and Divergent Thinking. [Online]. Tersedia: http:www.conptinguind.com/conver gen-divergen-creativity-thinking. [30 Sepetember 2019].

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi. Bandung. Remaja Rosdakarya

Munandar, U. (2012). Pengembangan Kreativitas Anak Keberbakatan. Jakarta: Rineka Cipta

Nabie, M.J., Akayuure, P., & Sofo, S. (2013). Integrating Problem Solving and Investigations in Mathematics.International Journal of Humanities and Social Science, 3 (15): 46-56

Setiyani. (2013). Profil Berpikir Kreativ Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNP yang Berkemampuan Logika Tinggi dalam Pemecahan Masalah Open Ended. Prosiding Seminar Nasional 2013.

Siswono, T . E. Y. (2010). Penjenjangan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Identifikasi Tahap Berpikir Kreatif Siswa dalam Memecahkan dan Mengajukan Masalah Matematika. Jurnal Pendidikan Matematika “Mathedu†3(1).

Siswono, T . E. Y. (2012). Penjenjangan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Identifikasi Tahap Berpikir Kreatif Siswa dalam Memecahkan dan Mengajukan Masalah Matematika. Jurnal Pendidikan Matematika “Mathedu†3(1).

Subanji. (2013). Pembelajaran Matematika Kreatif dan Inovatif. Malang: Universitas Negeri Malang. Thiagarajn

Sugiyono. (2011). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Wessels, H. (2014). Levels of Mathematical Creativity in Model-Eliciting Activities. Journal of Mathematical Modelling and Application, 1 (9): 22-40.

Williams, G. 2007. Classroom Teaching Experiment: Eliciting Creative Mathematical Thinking. Journal for the Psychology of Mathematics Education, 4 (1): 257-264.

Downloads

Additional Files

Published

2021-07-31