AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK TERIPANG BUTOH KELING (Holothuria leucospilota) DARI PULAU LEMUKUTAN TERHADAP Candida albicans
Abstract
Teripang merupakan biota laut yang banyak ditemukan di perairan Indonesia dan diketahui mengandung metabolit sekunder yang salah satunya berfungsi sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan golongan metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak H.leucospilota yang berasal dari perairan pulau Lemukutan dan mendapatkan fraksi ekstrak H.leucospilota yang paling aktif sebagai antijamur serta mengetahui kemampuan antijamurnya terhadap jamur C. albicans. Analisis golongan metabolit sekunder menggunakan analisis fitokimia sedangkan menentukan kemampuan bioaktivitas antijamur menggunakan metode difusi agar. Metabolit sekunder yang diduga memiliki kemampuan sebagai antijamur adalah saponin. Fraksi yang memiliki aktivitas antijamur C. albicans paling baik yaitu fraksi etil asetat dengan zona bening sebesar 25,06 mm pada konsentrasi 100 g/ml. Kadar hambat minimum (KHM) fraksi etil asetat yakni pada konsentrasi 0,005 g/ml dan pada konsentrasi 100 g/ml dan 10 g/ml memiliki aktivitas fungisidal. Fraksi etil asetat dari ekstrak H. leucospilota yang berasal dari perairan pulau Lemukutan dapat menjadi alternatif antijamur.
Kata Kunci: Analisis fitokimia, Candida albicans, Difusi agar, Holothuria leucospilota
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).