AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK TERIPANG BUTOH KELING (Holothuria leucospilota) DARI PULAU LEMUKUTAN TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis
Abstract
Butoh keling (Holothuria leucospilota) diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui golongan metabolit sekunder yang terdapat pada butoh keling dan mengetahui fraksi ekstrak butoh keling yang efektif berperan sebagai antibakteri terhadap bakteri P.acnes dan S.epidermidis serta mengetahui konsentrasi hambat minimumnya. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar. Hasil uji fitokimia menunjukkan pada ekstrak kasar, fraksi methanol dan etil asetat memiliki kandungan golongan metabolit sekunder triterpenoid, flavonoid dan saponin, sedangkan fraksi n-heksana hanya memiliki kandungan triterpenoid. Fraksi yang memiliki aktivitas tertinggi terhadap bakteri P.acnes dan S.epidermidis adalah fraksi etil asetat. Kadar hambat minimum (KHM) fraksi etil asetat terhadap bakteri P.acnes adalah pada konsentrasi 62,5 mg/mL, sedangkan KHM bakteri S.epidermidis adalah pada konsentrasi 125 mg/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dari ekstrak butoh keling memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. acnes dan S.epidermidis sehingga dapat digunakan sebagai alternatif antibakteri.
Kata kunci: Butoh keling (Holothuria leucospilota), Antibakteri, Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis, metabolit sekunder
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).