PENURUNAN KONSENTRASI GAS KARBON MONOKSIDA DARI KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN ADSORBEN ZEOLIT ALAM
Abstract
Karbon monoksida (CO) merupakan emisi pencemar paling dominan sebagai hasil pembakaran tidak sempurna dari kendaraan bermotor. Gas ini bersifat racun terhadap darah, sistem pernapasan dan saraf. Penggunaan material mikropori seperti zeolit alam diketahui mampu menurunkan konsentrasi CO. Zeolit yang telah dipreparasi, selanjutnya didealuminasi menggunakan HCl 6M dan dikarakterisasi dengan X-Ray Fluorescence (XRF) dan Gas Sorption Analyzer (GSA) pada zeolit tanpa dan dengan dealuminasi. Pengukuran konsentrasi CO dilakukan dengan pemasangan tabung adsorben tanpa dan dengan dealuminasi pada knalpot motor dengan variasi panjang tabung 5 dan 15 cm. Penurunan konsentrasi CO menggunakan adsorben tanpa dealuminasi dengan panjang tabung 5 dan 15 cm berturut-turut adalah 42,35% dan 57,40% serta menggunakan adsorben dengan dealuminasi berturut-turut adalah 53,83% dan 98,21%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa zeolit dengan dealuminasi mampu mengadsorpsi CO paling optimum dengan panjang tabung 15 cm. Kapasitas adsorpsi zeolit alam menggunakan dealuminasi dihitung berdasarkan isoterm BET yaitu 0,361 dan 0,395 g CO/g.
Kata kunci: adsorpsi, dealuminasi, karbon monoksida, kendaraan bermotor, zeolit alam
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).