BIOAKTIVITAS MINYAK ATSIRI DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix) TERHADAP RAYAP TANAH (Coptotermes sp.)
Abstract
Minyak atsiri merupakan minyak yang mudah menguap yang diperoleh dari tanaman dengan cara destilasi. Salah satu tanaman penghasil minyak atsiri adalah tanaman daun jeruk purut (Citrus hystrix) yang berpotensi sebagai antirayap. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan konsentrasi dan bioaktivitas minyak atsiri dari daun jeruk purut terhadap kematian rayap tanah (Coptotermes sp.). Penelitian dilakukan dengan mendestilasi daun jeruk purut kemudian dilakukan uji GC-MS dan uji bioaktivitasnya terhadap rayap tanah (Coptotermes sp). Pada uji bioaktivitas minyak atsiri daun jeruk purut terhadap rayap tanah (Coptotermes sp.) digunakan variasi konsentrasi 0%, 0,5%, 1%, 1,5%, 2% serta pestisida buatan (fipronil) dengan konsentrasi 0,5% dan 2%. Hasil GC-MS menunjukkan senyawa yang terkandung dalam minyak atsiri daun jeruk purut adalah sitronelal sebesar 65,63% dan rendemen kadar minyak atsiri sebesar 0,92% (b/b%). Konsentrasi minyak atsiri daun jeruk purut 2% menunjukkan mortalitas tertinggi yaitu 46%, sedangkan konsentrasi minyak atsiri daun jeruk purut 0,5% menyebabkan mortalitas terendah yaitu 8%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bioaktivitas minyak atsiri daun jeruk purut yang berpengaruh terhadap mortalitas rayap tanah adalah pada konsentrasi 2% dengan total kematian rayap tanah sebesar 46 % dalam waktu 4 hari.
Kata kunci : daun jeruk purut, minyak atsiri, sitronelal, antirayap
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).