AKTIVITAS ANTIINFLAMASI SECARA IN-VITRO EKSTRAK TERIPANG BUTOH KELING (Holothuria leucospilota Brandt) DARI PULAU LEMUKUTAN
Abstract
Teripang butoh keling (Holothuria leucospilota Brandt) merupakan biota laut yang banyak ditemukan di perairan Indonesia, salah satunya di perairan pulau Lemukutan. Namun, oleh masyarakat pulau Lemukutan Holothuria leucospilota Brandt belum dimanfaatkan secara optimal baik sebagai bahan pangan berkhasiat medis maupun sebagai komoditas yang bernilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan metabolit sekunder dari H. leucospilota dan aktivitas antiinflamasi ekstrak metanol H. leucospilota dengan menggunakan metode stabilisasi membran sel darah merah. Inhibisi hemolisis akibat induksi larutan hipotonis digunakan sebagai ukuran aktivitas antiinflamasi. Aktivitas antiinflamasi ekstrak metanol H. leucospilota dibandingkan dengan standar aspirin 100 µg/mL. Analisis fitokimia ekstrak metanol H. leucospilota menunjukkan adanya kandungan senyawa flavonoid, steroid dan triterpenoid yang diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi. Hasil uji aktivitas antiinflamasi menunjukkan bahwa ekstrak metanol H. leucospilota pada konsentrasi 10, 100, 500 dan 1000 µg/mL masing-masing sebesar 31,27; 57,19; 59,18 dan 61,23%, dimana standar aspirin mempunyai aktivitas sebesar 67,59%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol H. leucospilota Brandt berpotensi sebagai agen antiinflamasi.
Kata Kunci: antiinflamasi, Holothuria leucospilota Brandt, sel darah merah
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).