SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL KULIT BATANG LEMBAWANG (Mangifera sp.)
Abstract
Lembawang (Mangifera sp.) merupakan salah satu tumbuhan endemik Kalimantan Barat dan umumnya masyarakat menggunakan buahnya untuk dikonsumsi, Tumbuhan ini berpotensi digunakan sebagai antioksidan. Pada penelitian ini telah dilakukan beberapa tahap yakni ekstraksi, skrining fitokimia, dan uji antioksidan dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikril-hidrazil). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif dan menentukan aktivitas antioksidan dari kulit batang lembawang. Hasil skrining fitokimia ekstrak metanol mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, polifenol dan triterpenoid. Uji aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikril-hidrazil) dengan parameter IC50 dan diukur serapannya menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil dari pengukuran untuk ekstrak metanol memiliki nilai IC50 sebesar 17,91 ppm dan nilai IC50 vitamin C sebesar 2,95 ppm. Berdasarkan hasil pengukuran aktivitas antioksidan kulit batang lembawang dengan nilai IC50 < 50 ppm berpotensi sebagai antioksidan.
Kata kunci: lembawang (Mangifera sp.), fitokimia, antioksidan
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).