UJI STABILITAS KITOSAN-KAOLIN SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BERAT Cu(II) DALAM AIR
Abstract
Kitosan merupakan adsorben yang sangat melimpah di alam dan baik digunakan dalam proses penyerapan (adsorpsi) beberapa logam berat namun memiliki kelarutan yang tinggi dalam pH asam sehingga mengakibatkan pemanfaatan adsorben kitosan menjadi terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kestabilan adsorben kitosan dengan cara immobilisasi kitosan terhadap kaolin serta mengetahui kemampuan adsorben kitosan-kaolin dalam menyerap ion logam Cu(II) dalam air. Uji stabilitas dilakukan dalam berbagai variasi pH dan kecepatan pengadukan. Adsorben kitosan-kaolin yang diperoleh dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer inframerah. Hasil spektrum IR menunjukkan karakteristik puncak-puncak serapan kitosan-kaolin pada bilangan gelombang 3695,61 cm-1 dan 3433,29 cm-1 yang menunjukkan tumpang tindih vibrasi gugus "“OH dan NH ulur. Setelah diimmobilisasikan pada kaolin, kestabilan kitosan meningkat pada rentang pH 1 hingga 8 dan kecepatan pengadukan 160 hingga 240 rpm. Kemudian adsorben kitosan-kaolin diaplikasikan dalam proses adsorpsi terhadap ion logam Cu(II). Pada konsentrasi 30 ppm dalam pH 7 dan waktu kontak 30 menit terjadi penurunan konsentrasi ion logam Cu(II) sebesar 99,79%.
Kata kunci: adsorpsi, Cu(II), kitosan-kaolin, stabilitas
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).