VALIDASI METODE PENENTUAN KADAR ASAM HUMAT DENGAN PENAMBAHAN NaHCO3 MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER ULTRA-VIOLET
Abstract
Asam humat mudah didapatkan karena keberadaannya dalam tanah gambut yang hampir 70-80% terdiri senyawa humat, untuk mendapatkan senyawa humat dapat dilakukan dengan metode ekstraksi dan validasi metode analisis penentuan kadar asam humat. Penentuan kadar asam humat dilakukan dengan pelarut NaHCO3 dan NaOH dan tanpa penambahan NaHCO3 pada pengukuran dengan menggunakan spektrofotometer ultra violet. Validasi metode analisis penentuan kadar asam humat menggunakan spektrofomometer ultra violet dengan beberapa parameter uji akurasi, presisi, batas deteksi dan batas kuantitasi dan dilakukan uji-t untuk melihat hasil yang didapatkan dari pengukuran kadar sampel asam humat tersebut berbeda signifikan atau tidak. Hasil analisis berdasarkan kurva kalibrasi standar asam humat dengan konsentrasi 2, 3, 4, 5 dan 6 mg/L pada penambahan NaHCO3 dan NaOH adalah akurasi 5,56%-40,6%, presisi 0,29%-13%, batas deteksi 1,6 mg/l, batas kuantitasi 5,3 mg/l, linieritas 0,1626x dan koefisien korelasi 0,9933. Sedangkan tanpa penambahan nahco3 adalah akurasi 2,0%-19,8%, presisi 4,3%-17%, batas deteksi 0,7 mg/L, batas kuantitasi 2,5 mg/L, Linieritas 0,1453x dan koefisien korelasi 0,9672. Kadar asam humat yang didapatkan yaitu 5,5 mg/L dan 2,0 mg/L. Berdasarkan hasil uji-t didapatkan bahwa H0 ditolak, berarti berbeda signifikan antara sampel asam humat dengan penambahan NaHCO3 dan NaOH dan tanpa penambahan NaHCO3. Hasil Penentuan kadar sampel asam humat setelah dilakukan validasi metode dengan menggunakan beberapa peramater uji menunjukkan bahwa asam humat dengan penambahan NaHCO3+NaOH lebih memenuhi batas uji validasi dengan kadar yang didapatkan yaitu 5,5 ppm.
Kata kunci : asam humat, kalibrasi standar, validasi
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).