UJI KUALITATIF HISTAMIN MENGGUNAKAN KIT HISTAKIT PADA IKAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal) SELAMA PENYIMPANAN SUHU DINGIN
Abstract
Ikan patin jambal (Pangasius djambal) merupakan jenis ikan kelompok spesies pangasius yang sekarang mulai popular dibudidayakan di Indonesia. Keberhasilan suatu usaha budidaya ikan tidak terlepas dari masalah penyakit dan parasit ikan. Penyakit ikan yang disebabkan oleh bakteri sangat mempengaruhi hasil budidaya karena penyakit tersebut dapat menurunkan hasil ikan budidaya. Diantaranya penyebaran penyakit yang disebabkan oleh bakteri adalah melalui luka ikan yang dapat menghasilkan histamin. Histamin merupakan salah satu bahan kimia bersifat toksik yang dihasilkan dari proses dekarboksilasi histidin bebas oleh aktivitas enzim L-histidin decarboxylase (HDC). Pembentukan histamin dapat terus berlangsung walaupun dengan lambat pada penyimpanan suhu dingin yang dapat menyebabkan reaksi alergi dan keracunan pada konsumen. Penelitian kadar histamin secara uji kualitatif menggunakan kit histakit pada ikan patin jambal selama penyimpanan suhu dingin telah dilakukan untuk menentukan ada atau tidaknya histamin pada ikan patin jambal selama penyimpanan suhu dingin oleh ikan setelah mati dan intensitas pembentukan warna yang di hasilkan pada sampel. Ikan dimatikan dengan cara hipotermal menggunakan es curah dan disimpan dalam coolbox selama 14 hari dengan selang waktu 2 hari setiap analisis kemudian dianalisis dengan menggunakan kit histakit secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kit histakit dapat mendeteksi histamin pada fillet ikan patin jambal sesuai dengan intensitas warna yang di hasilkan antara reaksi kit dengan sampel. Ikan patin jambal sebanyak 48 ekor yang di analisis setiap 2 hari selama 14 hari dinyatakan positif mengandung histamin sejak hari pertama (hari ke-0) hingga hari terakhir (hari ke-14) pembentukan.
Kata kunci: histamin, ikan patin jambal, kit histakit, uji kualitatif, penyimpanan
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).