UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KASAR BUAH ASAM PAYA (Eleiodoxa conferta (Griff.) Buret) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Salmonella thypi
Abstract
Asam paya (E. conferta (Griff.) Buret) merupakan tumbuhan yang termasuk dalam kelompok Palmae, suku Aracaceae. Tumbuhan ini banyak ditemukan di daerah rawa-rawa air tawar seperti Thailand, Malaysia dan Indonesia. Penelitian ini bertujuan menjelaskan pengaruh ekstrak kasar etanol buah asam paya dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella thypi dengan metode difusi cakram. Hasil pengujian skrinning fitokimia ekstrak kasar etanol asam paya menunjukkan adanya kandungan senyawa alkaloid, flavanoid, saponin, tannin dan triterpenoid,. Senyawa-senyawa metabolit sekunder diduga memiliki peranan dalam menghambat aktivitas bakteri S.aureus dan S.thypi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa ekstrak kasar etanol dengan konsentrasi 80% mampu memberikan zona hambat paling besar. Zona hambat S.aureus adalah 9,63 mm (kategori sedang) dan untuk zona hambat S.thypi adalah 17,61 mm (kategori kuat). Nilai zona hambat tersebut menunjukkan efek bakteriostatik, yakni hanya menghambat dan tidak membunuh.
Kata Kunci: antibakteri, Asam paya (E.conferta. (Griff.) Buret), S.aureus dan S.thypi, senyawa kimia, zona hambat
Published
2017-01-05
Issue
Section
Articles
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).