PEMANFAATAN KOMPOSIT AMPAS SAGU-KAOLIN UNTUK ADSORPSI Fe(II)
Abstract
Ampas sagu merupakan salah satu serat pangan yang memiliki banyak gugus fungsi sehingga dapat digunakan sebagai adsorben. Gugus fungsi pada serat pangan umumnya bersifat tidak stabil secara termal dan mekanik, oleh karena itu diperlukan material pengemban seperti kaolin untuk menstabilkannya. Penelitian ini menggunakan komposit ampas sagu-kaolin teraktivasi untuk mengadsorpsi Fe(II). Karakterisasi ampas sagu teraktivasi H3PO4 30% dan kaolin teraktivasi H2SO4 3 M dilakukan menggunakan spektroskopi IR. Spektrum IR ampas sagu teraktivasi memperlihatkan terdapat gugus fungsi "“OH (hidroksil) pada bilangan gelombang 3448,72 cm-1. Spektrum IR kaolin teraktivasi memperlihatkan bahwa gugus fungsional khas kaolin masih tetap dipertahankan yaitu pada bilangan gelombang 1103,28 cm-1 (vibrasi regangan Si-O), 1026,13 cm-1 (vibrasi regangan Al-O), 918,12 cm-1 (vibrasi tekuk Al-O-H), 694,37 cm-1 (vibrasi tekuk Si-O-Si), dan 540,07 cm-1 (vibrasi regangan Si-O-Al). Hasil penelitian menunjukkan komposit ampas sagu-kaolin mengikuti model kinetika adsorpsi pseudo-orde dua dengan koefisien korelasi yaitu 0,987 dan konstanta laju 0,502 mg g-1 menit-1, jenis isoterm adsorpsinya mengikuti model isoterm Langmuir dengan koefisien korelasi 0,986 dan kapasitas adsorpsi maksimum 1,689 mg/g dan pH maksimum adsorpsi Fe(II) terjadi pada pH 4.
Kata Kunci : adsorpsi, komposit ampas sagu-kaolin, Fe(II)
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).