SINTESIS SENYAWA ANTRAKUINON DARI EUGENOL DAN FTALAT ANHIDRIDA
Abstract
Sintesis senyawa antrakuinon telah dilakukan dari eugenol dan ftalat anhidrida dengan menggunakan AlCl3 sebagai katalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses sintesis senyawa antrakuinon dari eugenol dan ftalat anhidrida serta mengidentifikasi senyawanya menggunakan spektrofotometer infra merah. Ftalat anhidrida dan AlCl3 dimasukkan ke dalam labu leher tiga, kemudian ditambahkan eugenol dan air. Campuran reaksi di aduk pada suhu 120 °C selama 5 jam dan proses reaksi dimonitoring menggunakan KLT. Setelah reaksi sempurna, campuran diekstraksi dengan etil asetat dan air (2x20 mL). Hasil ekstraksi dikeringkan menggunakan evaporator untuk menghilangkan pelarut etil asetat. Produk dimurnikan menggunakan kromatografi vakum cair (KVC). Berdasarkan hasil analisis spektrofotometer infra merah, terdapat pita serapan dari gugus OH pada bilangan gelombang 3433,29 cm-1, C=O karbonil pada bilangan gelombang 1705,07 cm-1, C=C alkena pada bilangan gelombang 1666,5 cm-1 dan C-O-CH3 pada bilangan gelombang 1273,02 cm-1. Hasil monitoring dengan KLT dan disemprot dengan reagen KOH 10% yang menghasilkan warna kuning pada plat menunjukkan adanya senyawa antrakuinon.
Kata Kunci : antrakuinon, eugenol, ftalat anhidrida, kromatografi, infra merah
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).