KARAKTERISASI SENYAWA FITOSTEROL DARI EKSTRAK DAUN SOMA (Ploiarium alternifolium Melch) DENGAN METODE 1H-NMR
Abstract
Soma (Ploiarium alternifolium Melch) merupakan tumbuhan semak belukar dan memiliki kandungan fitosterol yang digunakan untuk mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkarakterisasi senyawa fitosterol dari fraksi n-heksan daun soma. Isolasi yang dilakukan pada daun soma menggunakan ekstraksi sokhletasi, kromatografi lapis tipis, kromatografi vakum cair dan kromatografi kolom gravitasi. Hasil yang didapatkan berupa kristal steroid sebanyak 4 mg, selanjutnya dilakukan analisis 1H-NMR. Spektrum 1H-NMR dalam CDCl3 menunjukkan adanya sinyal-sinyal proton antara lain δ 4,05 dan 3,98 muncul gugus alkohol, δ 2,31 gugus metilen, δ 1,66 gugus alkena, δ 1,62 gugus metilen, δ 1,33 gugus metilen dan δ 0,88 gugus metil. Spektrum 1H-NMR menunjukkan senyawa yang diperoleh memiliki pergeseran proton senyawa steroid dan hasil uji fitokima yang menunjukkan karakter senyawa steroid. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa senyawa yang diperoleh memiliki pergeseran proton senyawa steroid.
Kata kunci : fitosterol, karakterisasi, kromatografi, P. alternifolium Melch, 1H NMR
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).