KARAKTERISASI SENYAWA FENOLIK DARI FRAKSI ETIL ASETAT PADA KULIT BATANG TUMBUHAN CERIA (Baccaurea hookeri)
Abstract
Tumbuhan ceria merupakan salah satu tumbuhan tropis yang tumbuh liar di alam dan memiliki buah yang bernilai ekonomis rendah. Banyaknya pembukaan lahan perkebunan menyebabkan tumbuhan ceria terancam punah. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terhadap tumbuhan ceria agar dapat memberikan informasi ilmiah, terutama mengenai isolasi dan karakterisasi senyawa fenolik. Penelitian ini adalah bertujuan untuk mengisolasi dan mengarakterisasi senyawa fenolik yang terkandung dalam kulit batang tumbuhan ceria. Salah satu senyawa fenolik dari fraksi etil asetat kulit batang tumbuhan ceria telah berhasil diisolasi dan dikarakterisasi. Isolat murni dengan kode Pre 2R* merupakan isolat berbentuk kristal jarum (berwarna bening) dengan massa 11,2 mg. Isolat Pre 2R* diisolasi menggunakan metode maserasi, fraksinasi, dan kromatografi, sedangkan untuk karakterisasi menggunakan uji fitokimia. Isolat Pre 2R* positif berbentuk senyawa fenolik, berdasarkan uji fitokimia dengan menggunakan larutan FeCl3 5%, yaitu dengan ditandai perubahan warna menjadi hitam kebiruan.
Kata Kunci: fenolik, isolat Pre 2R*, kulit batang tumbuhan ceria
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).