SINTESIS DAN KARAKTERISASI ZEOLIT ANALSIM MENGGUNAKAN PREKURSOR SILIKA DARI LIMBAH KACA
Abstract
Dalam penelitian ini, limbah kaca yang mengandung SiO2 dimanfaatkan sebagai prekursor dalam sintesis zeolit. Zeolit analsim tergolong zeolit sintetik dengan rasio Si/Al yang tinggi, sehingga berpotensi untuk digunakan sebagai katalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karaktersitik zeolit analsim yang disintesis dengan prekursor silika dari limbah kaca dan mengetahui kinerja zeolit analsim sebagai katalis dalam perengkahan minyak jelantah. Zeolit analsim disintesis dengan rasio molar Si/Al =100, H2O/Si = 11,69, NaOH/Si = 0,14 dan TPA-Br/Si = 0,086. Sintesis dilakukan menggunakan autoclave hidrotermal pada suhu 150oC dan 190oC selama 4 hari. Difraktogram XRD menunjukkan zeolit analsim yang disintesis pada suhu 150oC memiliki posisi 2θ yang lebih mendekati zeolit analsim standar yaitu pada 2θ: 15,74o; 25,89o; 30,48o dan berbentuk struktur kristal berupa cubic. Analisis dengan FTIR menunjukkan penyerapan pada bilangan gelombang 661,95 cm-1 (vibrasi tetrahedral T-O, T=Si/Al), 999,25 cm-1 (vibrasi asimetris T-O) dan 3440,61 cm-1 (O-H streaching). Berdasarkan hasil yang diperoleh, zeolit analsim dapat disintesis dengan prekursor silika dari limbah kaca.
Kata kunci: limbah kaca, silika, zeolit analsim
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).