SENYAWA SITOTOKSIK DARI FRAKSI DIKLOROMETANA DAUN KRATOM (Mitragyna speciosa Korth.) TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA T47D
Abstract
Daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.) merupakan tumbuhan obat yang memiliki kandungan senyawa flavonoid, terpenoid, alkaloid, dan saponin. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan aktivitas sitotoksik dari metabolit sekunder yang terkandung di dalam daun kratom terhadap sel kanker payudara T47D dan mengetahui karakteristik senyawa yang berperan dalam aktivitas sitotoksik tersebut. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu maserasi, partisi, dan kromatografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi diklorometana mempunyai nilai IC50 sebesar 238,34 µg/mL dan isolat mempunyai nilai IC50 sebesar 159,66 µg/mL, yang tergolong ke dalam sitotoksik moderat dan dapat digunakan sebagai kemoprevensi. Analisis spektrofotometer UV-Vis terhadap isolat menunjukkan adanya serapan maksimum pada λ 318, 302 dan 284 nm dengan transisi elektronik n→π*, n→σ*, dan π→π*. Spektrum IR menunjukkan serapan pada bilangan gelombang 3054 cm -1 (OH), 2987 cm-1 (C-H alifatik ulur), 1601 cm-1 (C=O), 1496-1421 cm-1 (cincin aromatik) dan 1264 cm-1 (C-O-C), sedangkan analisis 1H-NMR (CDCl 3 , 500 MHz) pada pergeseran kimia δ 6,5 "“ 7,7 ppm merupakan sinyal dari proton yang terikat pada gugus aromatik. Berdasarkan analisis spektroskopi dan uji fitokimia, diketahui bahwa isolat yang diperoleh termasuk senyawa golongan fenolik.
Kata kunci : Mitragyna speciosa, sitotoksik, sel kanker T47D, fenolik
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).