EKSTRAKSI GELATIN DARI KULIT IKAN TOMAN (Channa micropelthes) DENGAN VARIASI KONSENTRASI DARI ASAM ASETAT
Abstract
Pemanfaatan limbah kulit ikan sebagai sumber alternatif gelatin menjadi kajian yang menarik terlebih dengan adanya isu dan kekhawatiran mengenai status kehalalan gelatin. Gelatin adalah protein dari hidrolisis kolagen yang digunakan untuk keperluan industri pangan maupun non pangan. Salah satu kulit ikan yang berpotensi dimanfaatkan sumber gelatin adalah limbah kulit ikan toman (Channa micropeltes) dari pembuatan kerupuk basah yang hanya memanfaatkan dagingnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui rendemen gelatin dan mengetahui konsentrasi optimum dari asam asetat yang digunakan untuk mengekstraksi kolagen. Proses demineraliasi dilakukan dengan variasi konsentrasi asam asetat yaitu 0,25%, 0,5% dan 1% (v/v), perbandingan kulit ikan:asam asetat (1:4), lama perendaman selama 24 jam. Ektraksi dilakukan pada suhu 60oC selama 3 jam kemudian dikeringkan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak dua kali. Rendemen gelatin dengan konsentrasi CH3COOH 0,25% yaitu 0,78%, CH3COOH 0,5% yaitu 3,04% dan CH3COOH 1% yaitu 2,08%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa konsentrasi optimum asam asetat yang digunakan untuk mengekstraksi gelatin dari bahan baku kulit ikan toman adalah konsentrasi 0,5%.
Kata kunci: gelatin, ikan toman (Channa micropelthes), ekstraksi, asam asetat
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).