PENENTUAN KADAR BESI (Fe) PADA AIR GAMBUT MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER ULTRA VIOLET-VISIBLE DENGAN PERBANDINGAN PENGOMPLEKS FENANTROLIN DAN ALIZARIN RED S
Abstract
Telah dilakukan penentuan kadar besi (Fe) pada air gambut dilakukan menggunakan spektrofotometer ultra violet-visible dengan perbandingan pengompleks fenantrolin dan Alizarin Red S (ARS). Kompleks yang dihasilkan Fe-fenantrolin berwarna merah jingga dengan panjang gelombang maksimum 510 nm. Sedangkan Fe-ARS membentuk kompleks berwarna kuning dengan panjang gelombang maksimum 420 nm. Penelitian ini juga dilakukan validasi metode untuk melihat perbandingan nilai yang dihasilkan kedua pengompleks. Validasi metode yang dilakukan yaitu penentuan parameter akurasi, presisi, LOD, LOQ, dan linieritas. Hasil penelitian untuk kompleks Fe-fenantrolin diperoleh nilai akurasi 0,60%-4,05%, presisi 0,03%-0,24%, LOD 0,3, LOQ 1 dan linieritas 0,99. Parameter analitik yang dihasilkan oleh kompleks Fe-ARS yaitu, akurasi 2,11%-30,89%), presisi 0,21%-5,82%dan linieritas 0,975. Hasil penentuan rata-rata kadar Fe menggunakan pengompleks Fe-fenantrolin dan Fe-ARS berturut-turut adalah 3,4 ppm dan 19,2 ppm. Berdasarkan uji-t penentuan kadar Fe pada air gambut menggunakan spektrofotometer ultra violet-visible dengan perbandingan pengompleks fenantrolin dan ARS adalah berbeda secara signifikan. Berdasarkan hasil pengujian parameter analitiknya,dapat disimpulkan bahwa pengompleks fenantrolin lebih selektif dan sensitif dibanding pengompleks ARS.
Kata kunci: Besi, air gambut, fenantrolin, ARS
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).