STUDI WAKTU PENGUAPAN PADA PEMBUATAN BLEND MEMBRAN POLISULFON/SELULOSA ASETAT DARI NATA de COCO
Abstract
Membran merupakan suatu lembaran tipis yang bertindak sebagai pemisah selektif antara dua fase karena bersifat semipermeabel. Pada penelitian ini membran dibuat dari selulosa asetat dan polisulfon yang di blending dengan polietilenglikol (PEG 400) menggunakan metode inversi fasa pada berbagai variasi waktu penguapan 0, 30, 60, 90, dan 120 detik. Hasil asetilasi pada selulosa telah berhasil dilakukan dengan munculnya gugus khas dari selulosa asetat. Karakterisasi selulosa asetat menggunakan FTIR menunjukkan adanya gugus OH pada 3573,36 cm-1, C=O pada 1742,18 cm-1, dan C-O asetil pada 1223,35 cm-1. Analisis morfologi membran selulosa asetat dengan SEM menunjukkan terbentuknya pori membran asimetris. Hasil penelitian diperoleh nilai fluks tertinggi untuk membran sintesis dan komersil berturut-turut sebesar 106,316 L/jam.m2 dan 42,776 L/jam.m2 pada waktu penguapan 0 detik. Nilai rejeksi tertinggi yang diperoleh pada penelitian ini sebesar 49,179 % untuk membran dengan waktu penguapan 30 detik. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa membran polisulfon/ polietilenglikol/ selulosa asetat yang dihasilkan merupakan membran berpori yang baik digunakan dalam teknik pemisahan.
Kata Kunci: membran, selulosa asetat, waktu penguapan
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).