PEMANFAATAN PASIR DARI KAOLIN CAPKALA TERLAPIS MANGAN DIOKSIDA UNTUK MENURUNKAN KADAR ION FOSFAT DALAM LARUTAN
Abstract
Kaolin Capkala merupakan jenis lempung yang mengandung mineral kaolinit dan pasir kuarsa. Pasir kuarsa merupakan bagian dari kaolin Capkala yang pemanfaatannya belum dilakukan secara optimal. Penelitian mengenai pemanfaatan pasir dari kaolin Capkala terlapis mangan dioksida untuk menentukan kadar ion fosfat dalam larutan telah dilakukan. Pasir terlapis mangan dioksida disintesis menggunakan KMnO4 0,2 M dan HCl 37%. Parameter yang dipelajari adalah waktu kontak adsorben dengan adsorbat dan pengaruh konsentrasi adsorbat. Hasil analisis XRF menunjukkan bahwa pasir kuarsa terlapis mangan dioksida mengandung mineral MnO 0,289%, SiO2 94,424%, Al2O3 1,3% dan hasil analisis XRD menunjukkan sudut 2θ = 37,05 ° ; 45,09 ° ; 69,11 ° khas untuk mangan dioksida. Pasir kuarsa yang dilapisi dengan mangan dioksida (MnO2) dapat meningkatkan stabilitas dan kemampuan mangan dioksida dalam menurunkan polutan fosfat (PO43-) yang dapat merusak keseimbangan lingkungan perairan. Hasil penelitian diperoleh waktu kontak optimum adalah 3 jam dengan efektivitas adsorpsi 25,41% dan kapasitas adsorpsi pada penelitian ini mengikuti model adsorpsi Langmuir dengan nilai kapasitas sebesar 2,364 mg/g.
Kata Kunci: Fosfat, kaolin capkala, mangan dioksida, pasir
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).