UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI DAN TOKSISITAS INFUS KUNYIT (Curcuma domestica val.), ASAM JAWA (Tamarindus indica L.) DAN SIRIH (Piper betle L.)
Abstract
Inflamasi dirancang untuk membersihkan tubuh dari penyebab cedera dan mempersiapkan jaringan tubuh untuk membentuk kembali jaringan yang mengalami cedera. Respons inflamasi yang berlebihan dapat menyebabkan pembengkakan kronis dan nyeri, bahkan dapat menyebabkan kerusakan progresif pada jaringan dan organ penting tubuh. Umumnya bahan alam yang digunakan untuk mengurangi respon inflamasi adalah kunyit asam jawa dan sirih. Pada penelitian ini telah dilakukan pengujian antiinflamasi dan uji toksisitas ekstrak infus kunyit asam jawa dan sirih. Ekstrak infus dibuat dengan konsentrasi 20%. Berdasarkan skrining yang dilakukan, ekstrak infus kunyit mengandung alkaloid, flavonoid dan tanin. Ekstrak asam jawa mengandung alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Ekstrak sirih mengandung flavonoid, saponin dan tanin. Uji antiinflamasi dilakukan menggunakan metode HRBC (Human Red Blood Cell) dan uji toksisitas menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Uji HRBC menunjukkan nilai persen inhibisi aspirin 100 ppm yaitu sebesar 93,88 % sedangkan persen inhibisi kunyit yaitu sebesar 89,39 %, asam jawa 70,34 % dan sirih 76,33 % pada konsentrasi yang sama. Uji toksisitas dengan BSLT memberikan hasil nilai LC50 masing-masing ekstrak infus kunyit, asam jawa, dan sirih berturut-turut adalah 2327,780; 19301,433; dan 3758,375. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak ini dapat digunakan sebagai agen antiinflamasi dan tidak toksik.
Kata Kunci: BSLT, HRBC, inflamasi, toksisitas
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).