EKSTRAKSI GELATIN PADA TULANG IKAN BELIDA (Chitala lopis) DENGAN PROSES PERLAKUAN ASAM KLORIDA
Abstract
Limbah tulang ikan belida yang belum dimanfaatkan secara optimal, melainkan dagingnya saja yang hanya dimanfaatkan untuk produksi kerupuk ikan, bakso ikan maupun daging giling dapat menjadi salah satu alternatif bahan baku untuk pembuatan gelatin. Tulang ikan direndam dalam variasi konsentrasi HCl selama 48 jam hingga menjadi ossein, selanjutnya diekstraksi pada suhu 80oC selama 6 jam kemudian dikeringkan. Rendemen gelatin yang dihasilkan dari masing-masing konsentrasi HCl 1%, 2%, 3%, 4%, 5% dan 6% berturut-turut adalah 0,57%; 2,17%; 3,85%; 5,99%; 8,8%; dan 8,56%. Hasil rendemen gelatin yang optimal diketahui pada konsentrasi HCl 5%. Berdasarkan karakterisasi analisa spektrum FTIR gelatin tulang ikan belida mengalami kemiripan dengan gelatin komersial. Hasil analisa proksimat gelatin tulang ikan belida yang meliputi nilai kadar air yaitu 6,14%, nilai kadar abu yaitu 2,81%, nilai kadar protein yaitu 77,92%, dan nilai kadar lemak yaitu 1,69%. Hasil analisa fisiko-kimia gelatin tulang ikan belida yang meliputi nilai kekuatan gel yaitu 151,45 g bloom, nilai viskositas yaitu 3,45 cPs, nilai pH yaitu 5,15, nilai titik leleh yaitu 28,5oC, dan nilai titik gel yaitu 8oC. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa produk ini merupakan gelatin dan memenuhi standar mutu gelatin.
Kata kunci : gelatin, tulang ikan belida (Chitala lopis), proses asam, karakterisasi
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).