KARAKTERISASI SENYAWA FENOLIK DARI BIJI BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.)
Abstract
Biji rambutan yang umumnya dianggap sebagai limbah memiliki potensi sebagai sumber metabolit sekunder yang dimanfaatkan dalam bidang kesehatan sebagai obat-obatan. Telah dilakukan isolasi dan karakterisasi senyawa metabolit sekunder golongan fenolik dari biji buah rambutan dengan menggunakan metode maserasi, partisi, kromatografi, uji fitokimia dan analisis NMR-1H. Fraksi yang digunakan dalam isolasi merupakan fraksi etil asetat hasil KVC. Uji fitokimia menunjukkan bahwa isolat biji rambutan positif mengandung metabolit sekunder golongan fenolik. Isolat berupa kristal kekuningan sebanyak 12,6 mg yang merupakan senyawa golongan fenolik. Data spektrum NMR-1H (CDCl3, 500 MHz) menunjukkan pergeseran kimia δH (ppm) 7,99 (2H, d, J=8,8 Hz), δH (ppm) 6,87 (2H, d, J=8,8 Hz) dan δH (ppm) 4,6 (1H, d, J=2,2 Hz) yang merupakan pergeseran kimia senyawa turunan benzoat dengan jenis substituen yang berbeda pada posisi para. Berdasarkan perbandingan literatur dan hasil analisis, diketahui bahwa senyawa yang terkandung pada biji buah rambutan adalah senyawa asam-p-hidroksi benzoat.
Kata Kunci : Asam benzoat, fenolik, rambutan
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).