SINTESIS KALSIUM OKSIDA DARI CANGKANG KERANG ALE-ALE (Meretrix meretrix) PADA SUHU KALSINASI 700 °C
Abstract
Ale-ale adalah salah satu hewan air jenis mollusca yang berasal dari Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Ale-ale memiliki kandungan kalsium pada bagian cangkangnya, sehingga penelitian ini dilakukan untuk sintesis kalsium oksida dari cangkang kerang ale-ale (Meretrix meretrix) pada temperatur kalsinasi 700 °C. Karakteristik kandungan yang terdapat pada cangkang kerang ale-ale dapat diketahui dengan menggunakan analisis X-Ray Fluorescence (XRF) dan X-Ray Difraction (XRD). Hasil yang ditunjukkan sebelum kalsinasi pada analisis XRF bahwa cangkang kerang memiliki kandungan kalsium terbesar dibandingkan kandungan lainnya yaitu 89,887 %. Hasil dari analisis XRD pada cangkang kerang yang telah dikalsinasi terbentuk mineral CaCO3 dan Ca(OH)2. Intensitas paling tinggi dimiliki oleh CaCO3 pada 2θ : 29,3699; 29,4602; 47,4712. Munculnya mineral Ca(OH)2 dikarenakan CaO mudah terhidrasi oleh udara dan proses pemanasan menyebabkan CaO terdispersi di dalam air membentuk slurry. Munculnya mineral CaCO3 setelah kalsinasi menunjukkan bahwa konversi CaCO3 menjadi CaO belum sempurna.
Kata Kunci : Ale-ale, kalsinasi, kalsium
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).