SINTESIS ZEOLIT SODALIT DARI LUMPUR PDAM UNTUK MENURUNKAN KONSENTRASI BESI TERLARUT
Abstract
Sintesis zeolit dari lumpur PDAM telah dilakukan pada penelitian ini. Zeolit hasil sintesis ini dikarakterisasi dan diaplikasikan untuk menurunkan konsentrasi besi terlarut. Lumpur PDAM digunakan sebagai sumber silika yang dipreparasi menjadi natrium silikat. Natrium silikat kemudian direaksikan dengan natrium aluminat, yang dibuat dari reaksi antara Al2O3 dan NaOH, menggunakan metode hidrotermal membentuk kristal zeolit. Hasil difraktogram XRD zeolit hasil sintesis menunjukkan adanya puncak 2θ pada 24,38; 31,65 dan 34,72 ° yang mengindikasikan terbentuknya sodalit. Spektra FTIR zeolit hasil sintesis menunjukkan adanya serapan pada bilangan gelombang 3350,08 dan 1647,79 cm-1 yang mengidikasikan vibrasi ulur OH dan pada bilangan gelombang 964,45 cm-1 mengindikasikan vibrasi ulur asimetris dari T-O-T (T = Si atau Al) serta 728,24 cm-1 yang menunjukkan vibrasi ulur simetris T-O-T. Kapasitas adsorpsi zeolit pada besi terlarut yaitu 10,69 mg/g dengan efisiensi sebesar 94,31 % dan konsentrasi optimum besi terlarut yaitu 22,67 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa zeolit yang dihasilkan dapat digunakan untuk menurunkan kadar besi terlarut.
Kata kunci : adsorpsi, besi, lumpur PDAM, sodalit, zeolit
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).