ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI DAUN PALA SEGAR DAN KERING (Myristica fragrans Houtt.) DARI PULAU LEMUKUTAN TERHADAP Staphylococcus aureus dan Escherichia coli
Abstract
Daun pala (Myristica fragrans Houtt.) merupakan salah satu bagian tanaman yang menghasilkan minyak atsiri dan dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri. Penelitian dilakukan untuk menentukan rendemen daun segar dan daun yang telah dikering-anginkan, mengetahui senyawa mayor dan mengetahui aktivitas antibakteri minyak atsiri daun pala asal Pulau Lemukutan terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Minyak atsiri daun pala diekstraksi menggunakan metode destilasi uap-air. Rendemen minyak atsiri daun segar yang diperoleh sebesar 0,516% sedangkan yang telah dikering-anginkan sebesar 0,456% dengan warna kuning pucat, berbau khas dan berat jenis sebesar 0,906 g/mL. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difuai sumuran. Berdasarkan uji aktivitas, diketahui bahwa minyak atsiri daun pala memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Minyak atsiri daun pala dapat membentuk KHM terhadap Staphylococcus aureus adalah 62,5 μg/sumur dan Escherichia coli adalah 125 μg/sumur.
Kata Kunci: pala (Myristica fragrans Houtt.), minyak atsiri, antibakteri
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).