UJI FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TUMBUHAN PAKU UBAN (Nephrolepis biserrata (Sw) Schhott)
Abstract
Paku uban (Nephrolepis biserrata (Sw) Schhott) biasa dikenal sebagai salah satu tanaman hias dan biasa juga digunakan sebagai obat sakit perut, hal ini dikarenakan adanya komponen bioaktif yang terkandung pada tumbuhan paku uban. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui komponen bioaktif dan aktivitas antioksidan tumbuhan paku uban. Pengujian dilakukan sebagai salah satu langkah untuk mengetahui pemanfaatan dimasa mendatang. Pada penelitian ini telah dilakukan uji fitokimia dan aktivitas antioksidan terhadap ekstrak tumbuhan paku uban menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikril hidrasil). Analisis fitokimia dilakukan dengan cara kualitatif. Hasil analisis fitokimia menunjukkan bahwa Paku uban mengandung alkaloid, flavonoid dan steroid. Hasil pengujian antioksidan fraksi kloroform dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis terhadap sampel paku uban memberikan nilai IC50 sebesar 268,87 µg/mL, fraksi n-heksana sebesar 223,20 µg/mL dan fraksi metanol sebesar 78,45 µg/mL, sedangkan asam askorbat memiliki nilai IC50 sebesar 22,22 µg/mL. Sehingga dapat disimpulkan bahwa fraksi metanol sampel paku uban berpotensi sebagai antioksidan. Analisis mineral ekstrak paku uban menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA), memberikan hasil yaitu besi 0,0042% dan kalsium 0,0042%.
Kata kunci : Fitokimia, Nephrolepis biserrata (Sw) Schhott, Antioksidan, DPPH
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).