ISOLASI DAN KARAKTERISASI PIGMEN BIXIN DARI TANAMAN KESUMBA (Bixa orellana L.)
Abstract
Telah dilakukan isolasi dan karakterisasi pigmen bixin dari biji tanaman kesumba (Bixa orellana L.). Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi dan purifikasi bixin dengan menggunakan metode flash chromatography. Bixin yang diperoleh dari hasil isolasi memiliki massa 125,5 mg (dengan rendemen hasil sebesar 0,17% terhadap berat kering biji kesumba dan 6,28% terhadap berat ekstrak kasar yang digunakan pada proses isolasi). Karakterisasi bixin menggunakan spektrofotometer UV-Vis menghasilkan tiga puncak serapan pada panjang gelombang 430, 458 dan 487 nm. Hasil yang diperoleh ini sesuai dengan panjang gelombang maksimum yang dihasilkan untuk puncak karakteristik bixin dibandingkan dengan bixin standar. Hasil analisis menggunakan FTIR juga menunjukkan gugus fungsi yang sesuai dengan struktur bixin, yaitu pita pada 3183 cm-1 menunjukkan vibrasi stretching –OH, 1689 cm-1 menunjukkan vibrasi stretching untuk C=O karboksilat, 1716 cm-1 menunjukkan vibrasi untuk C=O ester, dan 1161 cm-1 dan 1255 cm-1 menunjukkan vibrasi simetrik dan asimetrik gugus ester C?O?C. Hasil analisis menggunakan KLT menunjukkan penampakan noda tunggal dengan nilai Rf yang sama dengan bixin standar.
Kata Kunci : Bixa orellana L., bixin, flash chromatography, spektrofotometri UV-Vis, FTIR
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).