UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI SERAI WANGI (Cymbopogon bernadus L.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli dan Staphylococcus aureus
Abstract
Serai wangi (Cymbopogon bernardus L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat. Hasil dari penyulingan daun dan batang serai wangi menghasilkan minyak atsiri yang dalam dunia perdagangan dikenal dengan Citronella oil. Komponen senyawa dari minyak atsiri serai wangi diantaranya adalah sitronelol, sitronelal, dan geraniol yang memiliki kemampuan untuk menghambat kemampuan aktivitas bakteri dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme dalam tubuh. Penelitian dilakukan untuk menentukan karakteristik komponen kimia dari minyak atsiri serai wangi hasil isolasi dengan metode destilasi uap, menentukan aktivitas antibakteri minyak atsiri serai wangi terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Rendemen minyak atsiri serai wangi yang diperoleh dari hasil destilasi daun serai wangi adalah 0,65 %. Hasil analisis GC-MS minyak atsiri serai wangi mengandung senyawa trans-geraniol (19,88%), citronella (16,27%), beta-citronellol (13,55%), alpha-amorphene (8,85%), dan cyclohexene (5,84%). Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumur. Diameter zona hambat yang diperoleh sebesar 3,69 mm untuk bakteri E. coli dan 4,39 mm untuk bakteri S. aureus, sehingga minyak atsiri serai wangi mempunyai aktivitas lebih besar terhadap bakteri S. aureus dibandingkan terhadap bakteri E. coli.
Kata kunci: serai wangi (Cymbopogon bernardus L.), minyak atsiri, antibakteri
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).