Studi Pengaruh Waktu dan Konsentrasi Aktivator Terhadap Karakteristik Adsorben Karbon Aktif dari Ampas Tebu
Abstract
Karbon aktif sering kali digunakan sebagai adsorben saat proses adsorpsi dikarenakan karbon aktif memiliki daya adsorp lebih baik dibandingkan adsorben lainnya. Karbon aktif dapat dibuat dari berbagai bahan baku asalkan mengandung karbon, contohnya limbah agrikultur seperti sekam padi, ampas tebu, tongkol jagung, dan lain-lain. Pada penelitian ini digunakan limbah ampas tebu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik karbon aktif yang dihasilkan sebagai pengaruh waktu aktivasi dan konsentrasi aktivator yang digunakan dalam proses aktivasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah karbonasi dan aktivasi kimia. Suhu dan waktu karbonasi yang digunakan adalah 500℃ dan 30 menit. Waktu aktivasi yang digunakan adalah 24 jam, 26 jam, 48 jam, 50 jam, dan 72 jam dengan variasi konsentrasi masing-masing 0,2 N; 0,4 N; 0,6 N; 0,8 N; dan 10 N. Karakteristik karbon aktif yang dianalisis beruupa kadar air dan kadar volatile matter.
References
Hartanto, S. and Ratnawati (2010) ‘Pembuatan Karbon Aktif Dari Tempurung Kelapa Sawit Dengan Metode Aktivasi Kimia’, Sains Materi Indonesia, 12(1), pp. 12–16.
Hatina, S. (2015) ‘Pemanfaatan Limbah Ampas Tebu Dengan Menggunakan HCl Sebagai Aktivator Untuk Mengurangi Dampak Lingkungan Dari Limbah Industri Tahu’, Jurnal Kinetika, 6, pp. 35–41.
Hendrawan, Y., Sutan, S. M. and Kreative, R. Y. R. (2017) ‘Pengaruh Variasi Suhu Karbonisasi dan Konsentrasi Aktivator terhadap Karakteristik Karbon Aktif dari Ampas Tebu (Bagasse) Menggunakan Activating Agent NaCl’, Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem, 5(3), pp. 200–207. Available at: https://jkptb.ub.ac.id/index.php/jkptb/article/view/420.
Huda, S., Ratnani, R. D. and Kurniasari, L. (2020) ‘Karakterisasi Karbon Aktif Dari Bambu Ori (Bambusa Arundinacea) Yang Di Aktivasi Menggunakan Asam Klorida (HCl)’, Jurnal Inovasi Teknik Kimia, 5(1). doi: 10.31942/inteka.v5i1.3397.
Imani, A., Sukwika, T. and Febrina, L. (2021) ‘Karbon Aktif Ampas Tebu sebagai Adsorben Penurun Kadar Besi dan Mangan Limbah Air Asam Tambang’, Jurnal Teknologi, 13(1), pp. 33–42. Available at: https://dx.doi.org/10.24853/jurtek.13.1.33-42.
Laos, L. E., Masturi, M. and Yulianti, I. (2016) ‘Pengaruh Suhu Aktivasi Terhadap Daya Serap Karbon Aktif Kulit Kemiri’, Prosiding Seminar Nasional Fisika (E-Journal) SNF2016, 5, pp. 135–140. doi: 10.21009/0305020226.
Maulinda, L., Nasrul, Z. and Sari, D. N. (2015) ‘Jurnal Teknologi Kimia Unimal Pemanfaatan Kulit Singkong sebagai Bahan Baku Karbon Aktif’, Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 4(2), pp. 11–19.
Nurhayati, I., Sutrisno, J. and Zainudin, M. S. (2018) ‘Pengaruh Konsentrasi Dan Waktu Aktivasi Terhadap Karakteristik Karbon Aktif Ampas Tebu Dan Fungsinya Sebagai Adsorben Pada Limbah Cair Laboratorium’, WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA, 16(1), pp. 62–71. doi: 10.36456/waktu.v16i1.1491.
Sa’diyah, K. and Lusiani, C. E. (2022) ‘Kualitas Karbon Aktif Kulit Pisang Kepok Menggunakan Aktivator Kimia dengan Variasi Konsentrasi dan Waktu Aktivasi’, Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan, 6(1), p. 9. doi: 10.33795/jtkl.v6i1.259.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Jurnal Kimia Khatulistiwa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).