KARAKTERISASI METABOLIT SEKUNDER DAN UJI TOKSISITAS PADA SPONS CLATHRIA (THALYSIAS) REINWARDTI (VOSMAER, 1880) ASAL PULAU SELUAS KALIMANTAN BARAT
Abstract
Keanekaragaman hayati peraira laut indonesia memberikan peluang yang tinggi sebagai sumber metabolit sekunder, salah satunya adalah spons. Spons merupakan salah satu biota laut yang memiliki potensi senyawa metabolit sekunder yang besar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat toksisitas dan karakterisasi senyawa metabolit sekunder dari spons Clathria (Thalysias) reinwardti (vosmaer, 1880). Proses karakterisasi metabolit sekunder dilakukan dengan cara spektrokopi sedangkan kandungan metabolit sekundernya dianalisis dengan uji skrining fitokimia. dan isolat Z1 Berdasarkan spektrum dari isolat Z4A1FA5 menggunakan Proton Nuclear Magnetic Resonance (H-NMR) dalam pelarut pelarut CdCl3 pada frekuensi 500 MHz menunjukan adanya pergeseran kimia pada 1,61 ppm (m), 2,35 ppm (d), 2,61 ppm (s, 1H), 3,52 ppm (m, 8H), 4,29 ppm (m, 3H), 7,05 ppm (s, 1H), 7,16 ppm (d, 1H), 7,45 ppm (s, 1H), 7,54 ppm (d, 1H) dan 7,71 (d, 1H). Berdasarkan data-data tersebut dan dibandingkan dengan literatur diketahui bahwa isolat Z4A1FA5 memiliki kesamaan dengan struktur Clathrin C. Hasil karakterisasi fraksi Z1 menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) menunjukan bahwa komponen utama penyusun isolate Z1 adalah dioctyl adipate dengan luas area sebesar 51,26%. Hasil uji fitokimia terhadap fraksi etil asetat spons teridentifikasi mengandung alkaloid, steroid dan terpenoid sedangkan hasil uji toksisitas pada fraksi etil asetat menunjukan aktivitas sangat toksik.
References
Malaka, M.H., Hartina., Fristiohady, A., Sadarun, B. dan Sahidin., 2021, Isolasi dan Identifikasi Metabolit Sekunder dari Ekstrak Etil Asetat Spons Petrosia sp dan Aktivitasnya Sebagai Antioksidan, Jurnal Farmasi Sains dan Praktis, 7(3):365-373
Martiningsih, N.W., 2014, Skrining Awal Ekstrak Etil Asetat Spons Dysidea sp sebagai Antibakteri, Seminar Nasional FMIPA UNDIKSHA IV
Marzuki, I., 2018, Eksplorasi Spons Indonesia: Seputar Kepulauan Spermonde, Nas Media Pustaka, Makassar
Nisa, C., Masruhim, M.A. dan Sulistiarini, R., 2016, Uji Bioaktivitas dan Penelurusan Metabolit Sekunder Ekstrak Spons di Perairan Kampung Malahing Kota Bontang, Prosiding Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia Ke-50, 20–21 April 2016, Samarinda
Putri, F.S. dan Hadisaputri, Y.E., 2018, Artikel Ulasan: Aktivitas Antikanker Spons Laut Kelas Demospongiae, Jurnal Farmaka, 16(2):382-390
Rumagit, H.M., Runtuwene, M.R.J. dan Sudewi, S., 2015, Uji Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antioksidan Dari Ekstrak Etanol Spons Lamellodysidea Herbacea, PHARMACON, 4(3):183-192
Sahputra, A., Sadarun, B. dan Sahidin, I., 2019, Karakterisasi Senyawa Metabolit Sekunder dan Uji Anti Bakteri Spons Phyllospongia Sp. Di Perairan yang Berbeda, Jurnal Sapa Laut, 4(4):153-162
Setyono, E., Setiawan, A. dan Yusidarta, I., 2012, Karakterisasi Senyawa Alkaloid Metabolit Sekunder dari Sponga Xestospongia Sp, Prosiding SNSMAIP ke III
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Jurnal Kimia Khatulistiwa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).