PEMBUATAN REAKTOR FOTOKATALISDAN APLIKASINYA UNTUK DEGRADASIBAHAN ORGANIK AIR GAMBUT MENGGUNAKAN KATALIS TiO2
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk membuat reaktor fotokatalisis tipe batch untuk degradasi bahan organik dalam air gambut dengan menggunakan katalis titanium dioksida (TiO2). Reaktor dirancang dengan bentuk balok yang memiliki luas sisi sebesar 8.006 cm2. Lampu UV A sebanyak 6 buah yang masing-masing mempunyai daya sebesar 10 watt dan flux density sebesar 0,074 watt/cm2.Tabung sampel dapat memuat 1000 mL Larutan. Kecepatan pengadukan yang digunakan adalah sebesar 1200 rpm. Uji kinerja pada reaktor fotokatalis dilakukan dengan variasi waktu degradasi bahan organik dalam air gambut dengan cara mengukur penurunan absorbansi humat dan bilangan permanganat di dalam air gambut. Absorbansi sebelum dan sesudah fotokatalisis ditentukan dengan spektrofotometri UV-Visible dan penentuan bilangan permanganat dilakukan dengan titrasi permanganometri. Proses fotokatalis dalam reaktor batch selama 5 jam mampu mendegradasi bahan organik dalam air gambut. Penurunan terbaik dalam degradasi air gambut dengan pengukuran absorbansi pada proses fotokatalisis TiO2 sebesar 89,4% dan penurunan bilangan permanganat sebesar 83,52%.
Kata kunci : Reaktor fotokatalisis, TiO2, air gambut, bahan organik
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).