APLIKASI EDIBLE COATING DARI PEKTINJERUK SONGHI PONTIANAK (Citrus nobilis var Microcarpa) PADA PENYIMPANAN BUAH TOMAT
Abstract
Jeruk songhi merupakan produk gagal dari buah jeruk pontianak komersial. Jeruk ini dianggap sebagai limbah yang belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Salah satu alternatif pemanfaatannya adalah sebagai bahan baku pembuatan edible coating dengan mengekstrak pektin yang terkandung jeruk songhi pontianak. Edible coating diaplikasikan pada buah tomat dan mencari formula edible coating terbaik terhadap karakteristik buah tomat selama penyimpanan. Pembuat edible coating dilakukan dengan melarutkan tepung pektin sebanyak 0,5; 1; dan 2 gram di dalam aquades dan ditambahkan 1 ml gliserol. Edible coating dilapisi pada buah tomat dan disimpan dengan variasi waktu penyimpanan 10 dan 20 hari pada suhu dingin dan suhu kamar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa buah tomat yang dilapisi dengan edible coating paling optimal mencegah dalam kerusakan mekanis dan respirasi adalah buah tomat yang dilapisi dengan edible coating dengan komposisi 1 gram pektin dengan waktu penyimpanan 10 hari pada suhu dingin.
Kata kunci: jeruk soghi, citrus nobilis var microcarpa, pektin, edible coating
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).