Pengaruh Tingkat Pengenceran Terhadap Pengukuran BOD ( Biocehmical Oxygen Demand) Pada Air Limbah Domestik
Abstract
Air merupakan bagian yang sangat penting bagi sumber kehidupan . Kebutuhan akan air tidak bisa dipisahkan dari makhluk hidup di muka bumi . Namun, jika air yang tersedia tidak cukup dengan berkualitas baik , hal ini dapat membahayakan. Manusia membutuhkan air bersih air karena berbagai alasan, termasuk kebutuhan sehari-hari , industri, sanitasi kota yang bersih , pertanian, dan banyak lagi. Air limbah, sering dikenal sebagai air yang tercemar, adalah air sisa yang dibuang dari rumah, bisnis, dan sumber lain yang mungkin mengandung bahan kimia atau elemen yang berbahaya bagi manusia atau lingkungan. Sampah rumah tangga dan industri dapat menghasilkan air limbah. Semua limbah dari hasil rumah tangga, termasuk sampah dapur dan kamar mandi serta air bekas cucian, dianggap sebagai sumber air limbah rumah tangga. Pengolahan biologis dapat dilakukan untuk air limbah rumah tangga, yang sering kali mengandung bahan kimia polutan alami yang sangat tinggi. Kota Palembang juga terkena dampak dari masalah pencemaran limbah rumah tangga, yang saat ini menunjukkan gejala yang sangat signifikan yang perlu segera ditangani. Jumlah penduduk yang sering berkembang di kota palembang mengakibatkan semakin meningkat pola perubahan komsumsi masyarakat.Dengan luas lahan yang tetap, kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya penurunan daya dukung lingkungan. Di samping itu, perilaku masyarakat dapat mengakibatkan perubahan-perubahan pada lingkungan hidup termasuk terhadap perairan. Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) merupakan salah satu parameter yang dapat menilai kualitas limbah domestik. Proses penguraian bahan organik akan membutuhkan lebih banyak mikroorganisme ketika nilai BOD lebih besar, yang berarti lebih banyak oksigen yang dibutuhkan. Hasil dapat dilihat yang dimana dari ketiga sampel tersebut nilai BOD yang termasuk baku mutu di tingkat pengenceran 50 ml dan 250 ml. Hal ini mungkin terjadi karena pengenceran yang berlebihan, konsentrasi substrat ( bahan organik) dalam sampel menjadi lebih rendah. Hal ini dapat membuat mikroorganisme kesulitan untuk mendapatkan energi dan oksigen, sehingga memperlambat proses penguraian zat organik. Akibatnya, laju komsumsi oksigen oleh mikroorganisme berkurang dan nilai BOD yang diukur menjadi lebih tinggi Selain pengenceran, banyak faktor lain yang juga dapat memengaruhi pengukuran BOD.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Kimia Khatulistiwa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).