ANALISIS PENGENDALIAN MUTU MINYAK DAN LEMAK DENGAN PENENTUAN INTIAL PRECISION AND RECOVER (IPR)

Authors

  • Astri windari merdika hati

Abstract

Limbah sendiri merupakan konsep buatan dan konsekuensi dari adanya aktivitas manusia. Menurut Armando (2008:6), limbah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomi. Limbah berdasarkan wujudnya terbagi menjadi limbah cair dan limbah padat, Dimana limbah cair merupakan salah satu limbah yang sering kita temukan dan menjadi salah satu faktor cukup besar dalam pencemaran lingkungan hidup. Limbah cair adalah sisa dari hasil suatu atau kegiatan yang berwujud cair. Limbah cair berdasarkan sifatnya, yaitu sifat fisika dan sifat agregat, logam, anorganik nonmetalik, organic agregat, dan mikro organisme. Limbah cair dapat berasal dari kegiatan domestic ataupun dari kegiatan  industry. Berdasarkan Peraturan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia nomor 19 tahun 2010, kadar minyak lemak limbah yang dihasilkan oleh kegiatan eksplorasi darat atau On-Shore harus memenuhi standar kurang dari 25 Mg/L untuk air produksi dan 15 Mg/L untuk limbah drainase. Maka dari itu, kandungan minyak dan lemak yang terdapat dalam limbah haruslah dikontrol dan dijaga agar tidak melewati batas Baku Mutu yang telah ditetapkan demi menjaga kesehatan lingkungan di sekitar. Setelah ditentukan kadar minyak dan lemak sesuai batas keberterimaan IPR dilakukan lah perhitungan Standar Deviasi, dimana hasilnya 1,6 % ini membuktikkan bahwa hasil standar deviasi dibawah 11 % batas maks batas keberterimaan IPR

Downloads

Published

2026-04-06