IMPREGNASI DAN KARAKTERISASI EKSTRAK PIGMEN BIXIN PADA BENTONIT TERPILAR-TiO2
Abstract
Telah dilakukan penelitian untuk mengkaji impregnasi ekstrak pigmen bixin yang diekstrak dari selaput biji buah kesumba (Bixa orellana Bixaceae) pada bentonit terpilar-TiO2. Pilarisasi bentonit dilakukan menggunakan larutan Ti-polihidroksi dan kemudian dikalsinasi pada temperatur 2000C untuk membentuk oksida logam TiO2 serta hasilnya dikarakterisasi menggunakan difraksi sinar-X. Selanjutnya dilakukan impregnasi ekstrak pigmen bixin dengan variasi penambahan massa bentonit terpilar-TiO2 dan dianalisis menggunakan spektrofotometer infra merah (IR). Analisis XRD menunjukkan bahwa terdapat peningkatan jarak dasar (d001) dari 14,28 Ǻ menjadi 19,36 Ǻ pada bentonit setelah dipilar. Spektra IR menunjukkan bahwa telah terjadi impregnasi ekstrak pigmen bixin pada bentonit terpilar-TiO2 yang ditandai dengan munculnya pita serapan (-COH) asam karboksilat, (-CO) ester, -CH3, dan -OH karboksilat. Hasil variasi massa optimum yang diperoleh untuk proses impregnasi ekstrak pigmen bixin pada bentonit terpilar-TiO2 adalah 2 gr yang didukung dengan munculnya pita serapan gugus "“OH yang lebih melebar dibandingkan spektrum yang lain.
Kata kunci : bixin, bixa orellana, bixaceae, bentonit, kesumba, lempung terpilar
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).